Sudah lama tidak update isi blok, maklum terhambat kesibukan dalam pekerjaan yang sudah menyita banyak waktu
Kali ini saya ingin membahas masalah NAT (Network Address Translation), apa itu NAT, fungsinya seperti apa? akan dibahas dalam artikel ini.
NAT adalah pemetaan (translasi) alamat IP sehingga banyak IP private dalam sebuah LAN dapat mengakses IP Publik, dimana kita ketahui bahwa IP private hanya digunakan dalam LAN dan tidak bisa digunakan untuk IP publik. Melalui proses inilah, banyak komputer dapat mengakses internet karena adanya mekanisme NAT tersebut.
Intinya adalah, NAT mentranslasikan ip private seolah-olah mengakses sebuah alamat host di internet menggunakan IP publik. Tanpa hal ini, tidak mungkin komputer lokal dapat mengakses internet. Sebagaimana juga diketahui alamat IP publik sudah semakin menipis, dan rencana kepada next generation melalui IPv6 sudah dilakukan, maka penggunaan NAT dirasakan sangat efektik, terutama dalam alokasi IP Address.
Topologi secara sederhana dapat dilihat seperti berikut :
LAN (Komputer Lokal) -> Switch/Hub -> Modem (NAT) -> Internet
Fungsi NAT terletak pada link out ke internet, dalam hal ini adalah Modem. Modem yang sering digunakan adalah Modem ADSL, walaupun jenis lain juga banyak digunakan. Modem ADSL menggunakan line PSTN telpon sebagai media penghubung ke provider. Dari modem inilah koneksi dapat dishare menggunakan switch/hub sehingga banyak komputer dapat mengakses internet.
Gambaran dari NAT :
Demikian kiranya dapat dipahami mekanisme dari proses NAT.










Beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman memigrasikan sebuah warnet yang semula OS nya windows ke linux. Hal ini tentu saja menyangkut masalah licensi yang menjadi kendala utama. Langkah pertama menginstal linux di 10 komputer, hal ini cukup memakan waktu karena instalasi dilakukan di masing-masing komputer. Koneksi internet menggunakan line Speedy dari telkom dan untuk bandwith management menggunakan Mikrotik RouterBoard yang dipercaya cukup baik untuk management bandwith untuk masing-masing komputer. Tidak mudah memigrasikan sistem operasi karena menyangkut aplikasi yang dijalankan biasanya di windows sudah berbeda ketika di linux, banyak kendala terutama dalam hal instalasi paket software dan integarasi perangkat-perangkat pendukung seperti printer. Namun semua itu bisa ditangani melalui proses yang cukup rumit, tidak mudah tapi bukan mustahil untuk dilakukan, dan akhirnya warnet open source dapat diimplemantasikan dengan baik. Semoga kedepan pengembangan-pengembangan terhadap open source dapat dilakukan dengan lebih baik lagi. Maju Open Source Indonesia!!