Network Simulator
Salah satu kendala utama yang saya rasakan ketika mulai belajar networking adalah masalah infrastruktur, karena kita tahu sendiri bahwa networking tidak hanya berbicara masalah komunikasi data (internetworking), tetapi juga masalah infrastruktur. Masalah tersebut menyangkut mahalnya harga infrastruktur tersebut yang sangat sayang ketika dibeli hanya cuma untuk dicoba sedangkan untuk mengimplementasikannya butuh dukungan dari infrastruktur yang lain yang boleh dibilang membutuhkan dana yang sangat tinggi, kita tahu sendiri untuk membangun infrastruktur networking butuh puluhan bahkan ratusan juta rupiah, mulai dari switch, cabling, router, acces point, hub dan perangkat lainnya sampai menjadi sebuah suatu infrastruktur membutuhkan harga yang mahal..!
Berkat perkembangan dunia teknologi terlebih teknologi virtualisasi, belajar networking menjadi lebih mudah dan kita tidak perlu membeli semua peralatan yang ada untuk membangun suatu infrastruktur. Cukup dengan menggunakan network simulator saja, kita dapat membangun dan merancang sebuah infrastruktur yang handal. Termasuk di dalamnya menyangkut LAN dan WAN beserta komponen-komponen pendukungnya. Kita dapat membuat topologi jaringan, melakukan pengalamatan (IP Addressing), memberikan fungsi routing, Subnetting, dan semua fungsi-fungsi utama dalam networking.
Tidak dapat dipungkiri kehadiran teknologi virtualisasi, sangat membantu kita untuk melakukan simulasi jaringan sebagai pemantapan pemahaman terhadap teknologi dan sistem komunikasi dalam networking. Cisco yang dalam hal ini sebagai rajanya vendor networking, memberikan sumbangsih yang sangat besar dengan menciptakan program simulator untuk jaringan atau yang lebih dikenal dengan packet tracer. Melalui program ini simulasi jaringan dapat kita jalankan dengan fasilitas yang memadai sehingga konsep dari networking itu sendiri dapat diimplementasikan.
Explore posts in the same categories: Uncategorized