“hey brother hope you are ok
actually i got ur name from the CCNA group.actuall i would like to ask your help regarding thie exam.i have done it three times and i failed in all the attempt.please i was asking you to help me with tips on how to pass this exam i cant afford to fail again for the fourth time.
regards.looking for your help.tell me how you managed to pass this monster
thanks”
Kutipan di atas sangat menarik ketika seorang teman saya di facebook yang berasal dari India menanyakan tips kepada saya mengenai test ccna. Bagaimana mungkin seorang IT Engineer yang bekerja sebagai programmer di Microsoft India merasa kesusahan,apalagi saya
Mengapa seakan-akan ccna exam menjadi sesuatu yang sangat menakutkan dan membuat para CNA (Cisco Networking Academy) berharap-harap cemas terhadap result yang diterimanya. Hal ini juga pernah saya rasakan betapa susahnya menjawab exam yang diberikan Cisco, model yang up to date dan materi yang berdasarkan bahasa inggris cukup menyusahkan siapa saja yang mengikutinya. Seperti yang dikatakan teman saya, hal tersebut bagaikan sebuah monster yang menakutkan dan hal tersebut benar-benar saya rasakan juga, bagaimana susahnya soal yang diberikan dengan waktu 90 menit seakan-akan membuat pikiran terkuras dengan susahnya soal yang ada.
Seperti qoute yang pernah saya baca bahwa menjadi hebat itu harus melalui hal yang susah. Jadi ketika kita dihadapkan dengan hal-hal yang susah, bisa jadi hal tersebut memberikan jalan kepada kita untuk menjadi orang yang hebat seperti kalimat yang sering diucapkan “no short cut for a better life“, jadi bagaimanapun susahnya itu harus dihadapi dan kegagalan bukan berarti akhir. Semoga kita bisa melewati setiap hal-hal yang susah dan menjadi orang yang lebih baik..
Gateway, merupakan suatu istilah yang sangat sering dijumpai terutama dalam dunia networking. Apa itu gateway? Apa Fungsinya? Mengapa Harus ada gateway? mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang sering muncul dalam benak kita. Gateway merupakan suatu sistem yang menerjemahkan antara dua protokol atau lebih jaringan yang berbeda. Kita tahu sendiri kalau node dalam jaringan harus memiliki IP Address yang unik, artinya tidak boleh sama antara satu dengan yang lainnya. Untuk dapat berkomunikasi dengan jaringan yang berbeda protokol maka mutlak diperlukan sebuah gateway ini juga berlaku ketika ingin berkomunikasi diantara dua sistem yang berbeda network. Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi dari gateway adalah sebagai penghubung antara jaringan yang satu dengan yang lainnya, ini berbeda dengan router yang berfungsi untuk mencari “the best path” / jalur terbaik untuk meneruskan paket data.
Salah satu kendala utama yang saya rasakan ketika mulai belajar networking adalah masalah infrastruktur, karena kita tahu sendiri bahwa networking tidak hanya berbicara masalah komunikasi data (internetworking), tetapi juga masalah infrastruktur. Masalah tersebut menyangkut mahalnya harga infrastruktur tersebut yang sangat sayang ketika dibeli hanya cuma untuk dicoba sedangkan untuk mengimplementasikannya butuh dukungan dari infrastruktur yang lain yang boleh dibilang membutuhkan dana yang sangat tinggi, kita tahu sendiri untuk membangun infrastruktur networking butuh puluhan bahkan ratusan juta rupiah, mulai dari switch, cabling, router, acces point, hub dan perangkat lainnya sampai menjadi sebuah suatu infrastruktur membutuhkan harga yang mahal..!
Menurut Wikipedia Perangkat perusak atau malware (singkatan dari istilah Bahasa Inggris: malicious dan software) adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, peladen atau jejaring komputer tanpa izin termaklum (informed consent) dari pemilik. Istilah ini adalah istilah umum yang dipakai oleh pakar komputer untuk mengartikan berbagai macam perangkat lunak atau kode perangkat lunak yang mengganggu atau mengusik sebuah sistem komputer.
